Cerita di Bulan April | Part 1

April

Setelah hampir 1 Bulan saya tidak memposting di blog ini. Maklum, bulan-bulan ini saya disibukkan dengan kegiatan yang sama dengan setiap orang yang menempuh pendidikan di akhir tingkatan, seperti kelas 6 SD, kelas 9 SMP, dan kelas 12 SMA. Tau kak yang saya maksud itu sibuk dengan apa? Ya, saya sibuk dengan ujian.

Selama beberapa bulan itu saya mempunyai banyak sekali cerita. Namun tidak sempat saya tulis disini. Banyak cerita di Bulan april ini, cerita baik ataupun buruk. Ada juga cerita yang melelahkan. Cerita apa sajakah itu?

Ujian Sekolah. Awal april saya mengikuti ujian sekolah. Seru seru pusing menghadapi ujian sekolah ini. Selama Bulan maret saja, saya lebih dari tiga kali memegang kertas LJK, dan pensil 2b. Bosan rasanya terlalu sering melihat kedua benda tersebut. Satu hal yang membuat saya malas mengerjakan soal di kertas LJK, yaitu menulis nama, nomor peserta, dan tanggal lahir. Mengapa Demikian?

Menghitamkan nama, nomor peserta, dan tanggal lahir berbeda dengan menghitamkan jawaban. Saya sebut ini dengan kalimat “Cangkeul duluan”. Memang, menghitamkan hal tersebut membuat tangan kita terasa pegal. Karena saat menghitamkan, pensil kita harus ditekan agar hitam sama seperti jawaban. Hal yang membuat kita “Cangkeul Duluan” itu adalah kita mengisi nama tanpa perlu berpikir terlebih dahulu. Sama halnya seperti nomor peserta dan tanggal lahir.

Kalau menghitamkan jawaban kan kita berpikir terlebih dahulu. Ketika kita berpikir, ketka itu juga tangan kita beristirahat.

Di minggu kedua waktu saya sedikit kosong. Tidak ada kata ujian di minggu ini. Tidak memegang kertas LJK, tidak memegang pensil 2b dan benda lain yang biasa di bawa untuk ujian.

10 April. Tanggal ini, merupakan tanggal lahir saya. Selain itu ada juga cerita di hari itu. Hari itu saya mendapatkan sebuah kado ulang tahun dari seseorang. Di dalam kado tersebut juga terdapat sebuah puisi. Puisi tersebut langsung saya tulis, di blog ini.

Puisi : Jangan tanya kenapa aku begitu rapuh. 

Puisi di tulisan itu di lindungi sandi. Jika kalian penasaran dengan puisi tersebut, silahkan hubungi saya melalui laman question. 

Sehari setelah 10 april, yaitu 11 april saya mendapatkan notifikasi yang membuat saya sangat senang. Saya masih ingat betul cerita ini.

Ketika itu saya menunggu pemberitahuan dari penyedia domain blog ini. Saya menunggu dari jam 3 sore. Saat itu saya sempat tertidur dan bangun sekitar setengah 5 sore. Saat itu hujan sangat deras. Dan menyebabkan sebuah selokan di kampung saya tersumbat sehingga terjadi banjir. Air naik ke jalan dari yang asalnya di selokan. Penasaran, apa yang menyumbat saluran air tersebut. Beberapa warga yang rumahnya dekat dengan sumber air yang tersumbat.

Sekitar setengah 6 saya kembali kerumah dan langsung memegang HP saya dengan berharap ada persetujuan untuk domain saya ini. Tetapi tidak ada. Yang ada malah email dari Google Adsense yang isinya aplikasi saya disetujui. Saya sangat gembira waktu itu. Karena setelah lebih dari 25 kali saya daftar selalu di tolak.

Share

You may also like...

2 Responses

  1. May 7, 2017

    […] Cerita di Bulan April part 1 […]

  2. July 26, 2017

    […] Baca juga : Cerita di Bulan April […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *