Story 56 (Lagi)

Satria!

Cerita dimulai sejak selesai LDKS di akhir tahun 2016 lalu. Telah banyak materi yang telah saya dapat di LDKS itu, sebagai bekal untuk bisa mengemban tugas untuk satu tahun kedepan.

Meskipun menurut saya belum cukup bekal tersebut untuk mengemban tugas, tapi seiring berjalannya waktu, bekal yang belum tersampaikan tersebut bisa saya cari dan dapatkan dengan sendirinya.

Saya bersama rekan rekan menjadi generasi ke 56 OSIS SMP Negeri 1 Cipanas. Awalnya saya belum merasakan betul rasa kebersamaan, dan kekeluargaanya. Setelah ada acara yang cukup besar, baru saya merasakan hal itu.

FLS2N, O2SN, dan Pasanggiri

Kegiatan tersebut yang memulai saya merasakan kebersamaannya. Kegiatan berjalan dengan baik, menuai banyak pujian dari guru-guru se Sub Rayon 3. Ada yang berdagang, menjadi hakim garis Voli dan Bulutangkis, dll.

MPLS

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah tahun 2016, kali keduanya menjadi panitia kegiatan bersama dengan perwakilan organisasi lain. Kegiatan ini berlangsung lebih dari seminggu dengan pra LDKSnya.

Terdapat 9 kelompok, yang dinamai berdasarkan 9 nama suku yang ada di Indonesia. Setiap kelompok mempunyai cerita masing masing. Saya sendiri masuk kelompok Tengger, bersama 4 orang lainnya.

Penutupan MPLS berjalan meriah, dengan penampilan dari siswa-siswa pilihan kelompok masing-masing. Saat mushafahah, tangis semua panitia pecah. Suasana menjadi haru, ditambah dengan lagu Sayonara.

LDKS

Tak terasa, setahun sejak menjadi peserta LDKS, kini saya menjadi panitia LDKS. Pra LDKS dilaksanakan kurang lebih satu Bulan, dan LDKSnya dilaksanakan 3 hari 2 malam.

Kegiatan yang dilaksanakan di Puncak, berlangsung dengan baik, tapi sedikit disayangkan, cuaca pada hari terakhir kurang mendukung. Hujan turun. Sebenarnya saya ingin sekali mushafahah dengan para panitia, dan peserta LDKS.

Kala itu juga, kali pertama saya tidak tidur semalaman. Hari kedua acara selesai pukul 22.00 dan panitia harus bangun kembali sekitar pukul 01.30. Saya bisa saja tidur, tapi saat itu saya mendapat bagian piket.

Saya tidak merasakan ngantuk sama sekali. Yang lain tidur, dengan kemungkinan kurang nyenyak karena berdesakan. Acara mulai kembali pukul 01.30. rekan-rekan yang tidur terbangun kembali, dan langsung mengikuti acara.

Pukul 04.30 selesai. Saya dan rekan-rekan pergi ke masjid untuk sholat shubuh. Hujan turun, meskipun tidak terlalu deras. Tapi, acara mushafahah terpaksa tidak dilaksanakan. Panitia tidur kembali sampai pukul 08.00, tetapi tidak dengan saya. Saya tetap tidak bisa tidur.

Tidak tidur semalaman ini menjadi hal yang berkesan bagi saya. Saya senang, bisa melihat para panitia bisa tidur dengan nyenyak. Kurang lebih seminggu setelah LDKS, saya dan rekan-rekan 56 di demisionerkan. Semua kegiatan OSIS diserahkan ke OSIS 57.

Sekarang tinggal kenangan, tidak akan ada lagi rapat di sekretariat, tidak akan ada lagi apel pagi pukul 06.15 atau kurang dari itu, tidak akan ada lagi membawa alat-alat untuk upacara, tidak ada lagi semua yang pernah dilakukan seperti dulu bersama-sama.

Satu tahun menjabat, banyak kenangannya. Meskipun melelahkan, tapi itulah letak kenangan yang bisa kita petik. Masih banyak kalimat-kalimat yang tidak bisa saya sebutkan disini. Dengan kebersamaan ini, 56 saya anggap sebagai keluarga. Bukan lagi rekan kerja. SATRIA!

Share

You may also like...

1 Response

  1. July 20, 2017

    […] Baca juga : Story 56 (Lagi) […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *