Kesempatan kedua sulit datang dua kali

Kesempatan

Dalam hidup ini pasti kita pernah gagal dalam berusaha, termasuk saya. Kegagalan mungkin terjadi karena latihan yang kurang maksimal. Kesempatan pertama yang gagal membuat kecewa.

Penyesalan memang datang di akhir. Saya menunggu kesempatan kedua itu datang dengan cepat. Namun itu sangatlah sulit.

Dulu, saat saya menginjak kelas 4,5, dan 6 SD, saya pernah mengikuti beberapa seleksi lomba. Lomba pupuh, lomba dongeng, dan lomba biantara.

Kelas 3, 4, dan 5 saya mengikuti seleksi lomba dongeng untuk menjadi wakil sekolah ke tingkat kecamatan. Yang di seleksi ada 3 orang kala itu, termasuk saya. Di 3 tahun kesempatan saya mengikuti lomba ditingkat kecamatan saya sia-siakan karena tidak fokus dalam berlatih.

Baca juga Lulus

Tahun-tahun berikutnya saya mendapat kesempatan kembali. Tidak hanya dongeng, kala itu saya mendapat kesempatan untuk mengikuti lomba pupuh. Entah kenapa, saya juga tidak serius mengikuti seleksi.

Mungkin karena dulu saya belum suka musik, belum menyukai seni. Saya sempat berpikir “padahal jika saya serius bisa saja saya menang”. Tapi mau bagaimana lagi. Kesempatan itu belum saya dapatkan kembali.

Tidak fokus saya kala itu bukan hanya malas berlatih, tapi saya masih sangat fokus mengikuti lomba bulutangkis. Karena saya juara tiga, dalam tiga hari saya tidak latihan pupuh. Sebab itu saya dikeluarkan dari seleksi pupuh.

Kelas 5, tahun terakhir saya untuk mengikuti lomba FLS2N, O2SN, dan Pasanggiri. Kelas 6 sudah tidak boleh mengikuti ajang tersebut karena harus fokus ujian.

Pasanggiri biantara, lagi-lagi saya sia-siakan kesempatan itu, kesempatan untuk juara dan kesempatan membanggakan sekolah. Padahal sekarang saya merasa saya bisa. Latihan dengan waktu lebih dari 2 minggu dan mengahafal teks hanya 2 lembar, harusnya saya bisa lebih maksimal.

Teks yang terbilang sedikit tidak bisa saya hafal dengan baik. Tadi saya sudah katakan kalau saya sangat tidak suka menghafal. Hari perlombaan dimulai, hari rabu kala itu. Saya lomba dengan hafalan seadanya. Hasilnya pun tidak maksimal.

Andaikan kesempatan selanjutnya bisa datang kembali dengan cepat, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ini bukan masalah suka atau tidak suka. Jika menurut saya itu berpotensi, akan saya ikuti semaksimal mungkin.

Share

You may also like...

1 Response

  1. June 17, 2017

    […] Baca juga : Kesempatan Kedua […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *